Mengenal Power Factor

Dalam tulisan ini kami mencoba menyederhanakan dengan bahasa awam penjelasan mengenai Power Factor. Karena itu, istilah-istilah yang “non teknis” mohon dimaklumi.

Dalam ilmu kelistrikan Arus Bolak-Balik (Listrik AC), dikenal suatu istilah Power Factor atau Faktor Daya. Power Factor adalah perbandingan dari Real Power (Daya Aktif) dengan Apparent Power (Daya Tampak).

Daya Tampak adalah daya yang dikeluarkan oleh generator, biasanya dalam satuan VA, sementara Daya Aktif adalah daya yang benar-benar termanfaatkan oleh komponen-komponen di dalam beban (biasanya disebut dalam satuan Watt).

Jika Daya Tampak lebih besar daripada Daya Aktif, maka jelas ada daya output generator yang tidak terpakai oleh beban di dalam jaringan. Dalam kasus ini, generator bekerja lebih keras dari yang seharusnya untuk menghidupi jaringan,

Lalu kemana perginya daya ekstra hasil generator itu? Penjelasan lengkapnya panjang lebar, dan melibatkan banyak grafik ^_^. Singkatnya, daya ekstra tersebut dipakai untuk melawan “arus balik” yang timbul di dalam jaringan. Arus balik ini dihasilkan oleh komponen-komponen yang:

  • Bersifat induktif (menggunakan elektromagnet). Semua perangkat listrik yang menggunakan lilitan kawat tembaga pastilah termasuk di sini, seperti misalnya Motor, AC, Lemari Es, dan sebagainya.
  • Bersifat kapasitif (seperti kapasitor atau kabel pendam)

Komposisi jumlah dan besar komponen-komponen tersebut dalam suatu jaringan akan menentukan Power Factor untuk jaringan tersebut.

Karena perhitungan Power Factor didapatkan dari Daya Aktif dibagi Daya Tampak, maka kita tahu bahwa jaringan yang efisien memiliki Daya Aktif yang mendekati Data Tampak. Misal jika Daya Tampaknya 100KVA, maka kalau bisa Daya Aktifnya juga 100KW. Dalam kasus ini maka nilai Power Factornya adalah 1 (dari 100 KW / 100 KVA).

Untuk penggunaan genset, biasanya Power Factor yang dikehendaki adalah antara 0,8 hingga 0,9. Jika tidak disebutkan sebelumnya, maka Power Factor untuk jaringan dengan Genset diasumsikan sebesar 0,8. Dengan demikian, jika kita menggunakan genset 1000KVA, ia diharapkan akan mampu menghidupi jaringan dengan beban 800KW (1000KVA x 0,8).

Power Factor 0,8 ini bukan berarti generator genset tidak efisien dan hanya mampu menghasilkan 80% kapasitas tertera nya! Ingat sekali lagi, Power Factor bergantung pada jaringan, bukan pada sumber daya (meski generator sendiri sebenarnya menyumbang juga pada total Power Factor jaringan karena generator juga merupakan perangkat listrik dengan kumparan).

Jadi jika Anda tidak puas dengan Faktor Daya jaringan Anda, jangan salahkan genset atau PLN Anda! Anda bisa memperbaiki Power Factor jaringan Anda dengan menambahkan komponen Kapasitif atau Induktif, sesuai karakteristik jaringan Anda. Karena kebanyakan komponen bersifat induktif, maka hampir selalu kita perlu menambahkan komponen yang kapasitif seperti kapasitor.

Inilah sebenarnya strategi di balik alat efisiensi listrik di rumah-rumah. Alat ini diklaim mampu menurunkan tagihan listrik bulanan Anda dengan cara meningkatkan Power Factor jaringan rumah Anda! Ini contoh perhitungan penghematannya:

  • Sebelumnya, Power Factor rumah Anda sebesar 0,8, dan tiap hari rumah Anda menghabiskan 2,4 kwh listrik.
  • 2,4 kwh ini adalah akumulasi Daya Nampak dari PLN untuk rumah Anda. Kita bisa menghitung Daya Nampak PLN sebesar 0,1KVA (dari 2,4 KWH / 24 H)
  • Dengan Power Factor 0,8, artinya Daya Aktif yang sebenarnya diperlukan rumah Anda adalah 0,08 KW (dari 0,1 KVA x 0,8)
  • Jika dengan pemasangan kapasitor ini Power Factor Anda menjadi 0,95, maka kita bisa menghitung Daya PLN Anda menjadi 0,084 (dari 0,08 KW / 0,95)
  • Dengan demikian pemakaian daya listrik harian Anda menjadi 2,02 kwh, hemat 0,38 kwh sehari, atau sebesar 15.83%!

Namun sebenarnya untuk mendapatkan hasil maksimal, kita perlu terlebih dahulu menganalisa Power Factor jaringan sebelum memutuskan besaran Kapasitor yang akan kita pakai. Jika kita terlalu banyak menambahkan kapasitor, Power Factor justru bisa berbalik menjadi negatif, dan bisa menimbulkan over voltage yang dapat merusak generator Anda!

Ingin tahu lebih lanjut mengenai Power Factor? Silakan baca di sini: https://en.wikipedia.org/wiki/Power_factor

Semoga bermanfaat!

CV. Inti Daya Engineering
Kami menyediakan genset untuk disewakan mulai dari 20 – 2000 KVA
Melayani seluruh daerah di Jawa Timur dan sekitarnya
Seperti Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Jombang, Malang,
Kediri, Pasuruan, Lamongan, Jember, Probolinggo, dll

Hubungi kami untuk mendapatkan penawaran terbaik di :
(031) 8416288 atau WA 082335022792 (Ika)
Web : intidayaonline.com

ArnoldArnold N. Sutandharu
Vice Director
Inti Daya Engineering, CV

2 thoughts on “Mengenal Power Factor

  1. Mau tanya… saya pernah inspeksi Harbour Mobile Crane dengan sumber daya genset.
    Di name plate dijelaskan bahwa pf = 0,8. Nah pada saat Crane dijalankan dengan genset, Cos Phi hanya di kisaran 0,4-0,5… saat itu posisi beban crane rendah.
    Nah pas naikan beban, Cos Phi menunjukan 0,8 sesuai spek…
    Mohon pencerahannya, kenapa Cos Phi nya bisa berubah-ubah? Apakah Cos Phi Generator bergantung pada daya KW yg dikeluarkan genset untuk mengangkat beban?

      1. Terima kasih pertanyaannya. Kalau kita lihat pada artikel di atas, Cos Phi dipengaruhi oleh Real Power dan Reactive Power. Real Power dipakai untuk mengangkat beban Real, sementara Reactive Power seakan terbuang. Namun pada beban berupa motor, Reactive Power digunakan untuk membentuk medan elektro magnet pada kumparan!

        Nah, saat beban rendah maupun tinggi, REACTIVE POWER yang dipakai untuk membentuk medan elektro magnet kurang lebih tetap sama… namun REAL POWER yang dipakai untuk mengangkat beban jelas beda.

        Misalkan Reactive Power pada beban rendah maupun tinggi adalah 5 KW, sementara pada beban rendah Real Power terpakai adalah 2 KW, dan pada beban tinggi Real Power terpakainya 8KW.
        Maka, kita bisa hitung Cos Phi Beban Rendah = 2 / Akar( 4 + 25) = 0,37
        Sementara Cos Phi Beban Tinggi = 8 / (Akar( 64 + 25)) = 0,84

        Keismpulannya: Naik Turunnya PF bukan karena gensetnya, namun karena karakteristik BEBANnya… yang dalam hal ini adalah motor-motor pada Crane.

        Demikian pemahaman kami mengenai fenomena ini… semoga bermanfaat ^_^!

      Tinggalkan Balasan

      Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *