Kita sudah membahas tentang Hot Rolled Steel dan Cold Rolled Steel. Keduanya adalah proses pembentukan baja dengan cara mengerol. Masing – masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Kali ini kita akan membandingkan keduanya.

1. Harga.

Jika dilihat dari segi harga, Hot Rolled Steel lebih terjangkau daripada Cold Rolled Steel. Mengapa? Pembuatan Hot Rolled Steel lebih mudah daripada Cold Rolled Steel, karena suhu panas yang tinggi hingga gaya deformarasi yang dibutuhkan untuk mengerol baja lebih sedikit.

2. Kustomisasi

Cold Rolled Steel lebih mudah untuk dimodifikasi/dikustomisasi daripada hot rolled steel. Mengapa? Karena tebal dari cold rolled steel berkisar dari 0,2 mm – 3 mm daripada hot rolled steel (3 mm – 8 mm)

3. Bobot

Cold rolled steel memiliki bobot lebih ringan daripada hot rolled steel. Cold rolled steel biasa digunakan untuk instalasi atap dan manajemen kabel, yang memang didesain memiliki bobot ringan namun kokoh.

4. Finishing

Tampilan permukan cold rolled steel lebih halus daripada hot rolled steel. Mengapa? Hot rolled steel dipanaskan hingga ke fase rekristalisasi, ketika masuk ke fase normalisasi (pendinginan) timbulah pori – pori udara. Hal itu tidak berlaku pada cold rolled steel.

5. Kokoh

Mengapa cold rolled steel ringan tetapi kokoh? Sebenarnya proses rekristalisasi lah yang menyebabkannya. Ketika baja dipanaskan hingga suhu rekristalisasi, struktur baja yang baru akan terbentuk kembali (regenerasi). Proses pengerolan cold rolled steel yang tidak dipanaskan terlebih dahulu, ketika di roll struktur baja menjadi memanjang/meluas yang mengakibatkan baja menjadi ringan dan kuat.

Demikian sekilas perbedaan antara Hot Rolled dan Cold Rolled Steel. Semoga bermanfaat!

RennyRenny Karina Simon
Production Sales Supervisor
Inti Daya Engineering, CV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 + 9 =