Setelah membahas Plat Baja Hitam (Hot Rolled Steel), kini kita beralih ke Plat Baja Putih (Cold Rolled Steel). Plat baja putih/cold rolling steel ialah proses pembentukan plat baja dengan cara mengerol. Proses pengerolan dilakukan dibawah suhu rekristalisasi (umumnya suhu ruangan). Plat Baja Putih dikenal juga, dengan penyempurnaan Plat Baja Hitam.

Dalam pembuatan cold rolling steel, plat baja hitam dirol kembali tanpa dipanaskan. Pengerolan cold rolling steel membutuhkan gaya deformasi (gaya untuk merubah bentuk/ukuran dari objek) yang lebih besar, karena baja tidak dipanaskan hingga masuk fase rekristalisasi.

Pada proses Hot Rolled Steel ketika memasuki suhu pendinginan, akan timbul lubang pori–pori pada permukaannya. Tapi Cold Rolled Steel tidak melalui proses rekristalisasi, sehingga tidak menimbulkan pori dan juga tidak merubah sifat baja. Karena itu plat baja putih memiliki kualitas permukaan yang lebih baik. Oleh sebab itu, Plat Baja Putih biasa disebut Baja Ringan. Biasanya, tebal plat baja putih berkisar dari 0,2 mm hingga 3 mm.

Plat Baja Putih umumnya dimanfaatkan untuk :

  1. Casing Computer
  2. Cable Try
  3. Rangka Atap

Kelebihan dan kekurangan Plat Baja Putih ialah :

  1. Ringan dan Kuat. Umumnya baja memiliki bobot yang berat, namun plat baja putih memiliki bobot yang ringan tapi tidak mengurangi kekuatannya.
  2. Mudah dikustomisasi. Plat baja putih mudah dibentuk seperti : dibending, dipotong, atau dilas.
  3. Harga lebih mahal.
  4. Membutuhkan waktu yang lebih lama.

Demikian sekilas info tentang Plat Baja Putih. Semoga bermanfaat!

RennyRenny Karina Simon
Production Sales Supervisor
Inti Daya Engineering, CV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 + 4 =